Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Teras, dan suara Ibu

Bu, boleh tidak, untuk sebentar saja  aku minta di pangku?  loh, tumben sekali kamu kesambet apa ? sore-sore begini minta ibu pangku (sudahlah bu, pangku aku sebentar saja tanpa perlu bertanya terus-terusan) ujar nya dalam hati Ibu,  aku ingin pergi hus kalo bicara jangan sembarangan memang pergi kemana yang kamu maksud?  kemana saja bu selagi aku ditemani suara dan senyum mu bisa saja kamu buat ibu tersenyum  tapi aku tidak bercanda bu, rasanya ingin sekali aku lari dari kehidupan  tapi, harus dengan mu,  atau, kita pindah saja ke planet lain?  kalau ku ajak ibu,  ibu mau tidak?  harus mau ya bu  (ia merayu ibu nya sambil meringkuk manja)  tidak ibu tidak akan mau kenapa tidak bu?  nak,  hidup itu bukan untuk kamu permainkan. masalah yang datang padamu bukan untuk kamu tinggal pergi begitu saja kamu tidak bisa lari dari tanggung jawab mu, nak kalau yang kamu rasakan bebanmu berangsur mengubur mu hidup-hidup itu tidak...

ketakutan yang sebenarnya belum terjadi

hallo, boleh kenalan?  bercanda ya kamu, kita kan sudah lama kenal iya memang, tapi... tapi apa ? tapi aku merasa belum mengenal mu,  aku merasa kita memang tidak pernah saling mengenal bagaimana bisa kamu berpikir begitu, kita bahkan sudah sedekat ini dan kamu bilang kamu tidak mengenal ku?  sedekat apa maksudmu?  apa kamu tidak sadar, di depan kita jelas ada tembok besar yang menghalangi ku untuk bisa lebih dekat dengan mu ah itu cuma perasaan mu saja memang salah ya kalau aku bilang begitu?  atau...  kamu yang tidak paham ucapan ku?  iya aku yang memang tidak paham dengan ucapanmu  ah, payah bagaimana aku bisa paham, kalau yang kamu bicarakan isinya cuma misteri aku yang malas berfikir malah kamu suruh menebak mati-matian maksud dari ucapan mu, menyulitkan...  oh jadi, selama ini aku menyulitkan mu ya?  bukan bukan begitu, baiklah sekarang aku ingin mencoba memahami ucapan mu jadi, bisakan kamu jelaskan sekali lagi?  aku menyukai...

aku suka kamu, tapi tidak dengan kerumunan

Aku sangat menyukai film, kamu?  hah? apa? aku? iya, kamu kok aku aku kenapa?  ya, memang siapa lagi yang ada di depanku?  bayanganmu ...  aku serius, yang kamu suka apa?  kamu...  (dia perempuan  yang paling pandai membuat aku tersenyum)  kalau ku beritahu, apa kau tetap akan menjadi cerminku?  oh bukan, kau bayanganku yang mengikuti ku kemana pun kaki ini melangkah sudahlah, tidak perlu ku jelaskan lagi ya ya, aku akan tetap menjadi bagian dari dirimu sayang sudahlah jawab saja pertanyaan ku ini mau ku jawab pertanyaan mu (dia pria paling bawel yang pernah ku kenal)  aku lebih menyukai suara ombak yang memecah karang di pantai,  sayang ketimbang bersorak sorai ditengah kerumunan  lalu apa yang kau tidak suka?  kamu...  kenapa aku lagi?  tadi kau bilang, kau suka aku sekarang kau bilang, kau tidak suka aku aku bergurau sayang ku, aku menyukai mu dan aku tidak menyukai keramaian,  ragam warna pakaian orang n...