Bait yang hilang
Ada banyak sekali ketakutan - ketakutan tidak masuk akal yang selalu aku cemaskan Ada ribuan keinginan yang sampai sekarang tidak mampu aku wujudkan Kalimat patah yang setiap harinya kutuliskan untuk menggambarkan bagaimana aku saat sedang jatuh - jatuhnya. Kalimat - kalimat konyol yang selalu kau kirim untuk membuat senyumku kembali merekah, kini ia hilang Tak muncul sepatah pun, tetapi hilang seutuhnya. Kemudian dengan penuh keberanian, aku membaca ulang bait demi bait itu Semakin di ingat, semakin sakit rasanya. Kala itu Kau datang seakan - akan hujan yang turun dikala para petani sedang meringkuk kekeringan Dan aku menyambut dirimu, dengan penuh rasa syukur, seperti penantian panjang padi yang kehausan air Saat ini Kau mendadak hilang, tak bisa ku temukan Kau pergi seakan - akan hujan tak lagi dibutuhkan Menghilang setelah luka lama ku membaik, dan menciptakan luka baru dengan seenaknya. Khalayak menghilang, ku mohon kamu tidak perlu m...