Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Bait yang hilang

Ada banyak sekali ketakutan - ketakutan tidak masuk akal yang selalu aku cemaskan  Ada ribuan keinginan yang sampai sekarang tidak mampu aku wujudkan  Kalimat patah yang setiap harinya kutuliskan untuk menggambarkan bagaimana aku saat sedang jatuh - jatuhnya.  Kalimat - kalimat konyol yang selalu kau kirim untuk membuat senyumku kembali merekah, kini ia hilang Tak muncul sepatah pun, tetapi hilang seutuhnya.  Kemudian dengan penuh keberanian, aku membaca ulang bait demi bait itu Semakin di ingat, semakin sakit rasanya.  Kala itu  Kau datang seakan - akan hujan yang turun dikala para petani sedang meringkuk kekeringan  Dan aku menyambut dirimu, dengan penuh rasa syukur, seperti penantian panjang padi yang kehausan air Saat ini Kau mendadak hilang, tak bisa ku temukan  Kau pergi seakan - akan hujan tak lagi dibutuhkan Menghilang setelah luka lama ku membaik, dan menciptakan luka baru dengan seenaknya. Khalayak menghilang, ku mohon kamu tidak perlu m...

Bagaimana caramu?

Hari ini sudah berapa banyak waktu yang kamu buang cuma - cuma?, Berapa banyak kamu tidak dihargai?, Sudah sejauh mana kamu mengejar seseorang yang terus - terusan berlari?  Apakah dengan menutup telinga mu dari ribuan saran orang lain, akan membuat mu berhenti mengejar seseorang yang terus - terusan berlari ? Atau bahkan kamu akan mendapatkan nya? Lagi - lagi jalanmu salah, kau terjerembab di dalam pilihanmu sendiri. Mau sampai kapan terus - terusan mengunci pintu dan menutup dirimu, sesekali coba lihatlah keluar, pandang sejenak langit hitam di atas kepalamu, indah bukan?  Lalu sampai kapan kamu ingin terus - terusan begini?, jika jatuh memang harus bangkit, tapi bukan begini caranya Saat orang lain sudah sembuh, hanya tinggal dirimu sendiri yang terus - terusan terpuruk.  Manis, dirimu pun punya titik lelah dan butuh proses untuk mendapatkan tenaga kembali Jangan membiarkan jiwa mu perlahan mati, karena terlalu sering ber Abun - abun. Cobalah berdiri sebentar, minumlah...