Sembilan

Malam semakin gelap
Mimpi - mimpi dan segala ketakutan mulai 
mengantri berdatangan dari segala penjuru

Bibir ku getir tersenyum 
Memeluk erat guling di samping tubuhku Mungkin, karena tubuhmu belum bisa ku peluk dengan erat sampai saat ini

Semoga nantinya... 

Kau menjadi tempat ke tiga ku berkeluh - kesah
Kan ku ceritakan segala takut ku dalam menghadapi dunia 

Dan kau... 
Menarik lengan ku dengan penuh pengharapan, supaya aku tidak terlalu larut dalam kecemasan 

Kau pun mengatakan... 

' Jangan cemas, kau punya ku. Pundak ku senantiasa memberikan pelukan hangat untukmu.  Memberi segala ketenangan, menghilang kan ketakutan mu. '

Dan aku... 
Merasakan kehangatan itu
Betapa beruntungnya aku dicintai manusia seperti diri mu

Aku ingin memiliki mu sepenuhnya, seutuhnya, selamanya 

Aku ingin tau lebih jauh mengenai hal - hal yang membuat mu sedih dan tersenyum, apakah di dalam nya ada aku? 

Sayang... 
Andai kau tau

Jari ku tak henti - hentinya menuliskan kisah, kenyataan, harapan, dan segala hal tentangmu

Ada beberapa hal yang perlu ku abadikan di antara beberapa laman kata ku

Salah satunya tentang mu, aku masih dan akan selalu menyukai diri mu, senyum mu, bentuk matamu, dan apapun yang berasal dari dalam diri mu

Tuhan...
Engkau baik sekali, sudah menciptakan manusia dalam bentuk se-sempurna mungkin

Terlebih lagi, terimakasih sudah menciptakan manusia paling pemarah seperti ia

Semoga aku bisa menjadi peredam dari segala amarah dan kekesalannya 

Kan ku jaga tubuh mu

Ku peluk erat dekapmu
Ku buat bibir mu tersenyum 
Ku hapuskan segala sedih dan takut mu akan masa lalu

Kan ku bahagiakan mu




Komentar

Postingan populer dari blog ini

laut, dan pertanyaan itu

from strangers to friend, friend into lover, n strangers again

tentang ingatan yang kemarin