ketakutan yang sebenarnya belum terjadi

hallo, boleh kenalan? 

bercanda ya kamu, kita kan sudah lama kenal

iya memang, tapi...

tapi apa ?

tapi aku merasa belum mengenal mu, 
aku merasa kita memang tidak pernah saling mengenal

bagaimana bisa kamu berpikir begitu, kita bahkan sudah sedekat ini dan kamu bilang
kamu tidak mengenal ku? 

sedekat apa maksudmu? 
apa kamu tidak sadar, di depan kita jelas ada tembok besar yang menghalangi ku untuk bisa lebih dekat dengan mu

ah itu cuma perasaan mu saja

memang salah ya kalau aku bilang begitu? 
atau... 
kamu yang tidak paham ucapan ku? 

iya
aku yang memang tidak paham dengan ucapanmu 

ah, payah

bagaimana aku bisa paham, kalau
yang kamu bicarakan isinya cuma misteri

aku yang malas berfikir malah kamu suruh menebak mati-matian maksud dari ucapan mu,
menyulitkan... 

oh jadi, selama ini aku menyulitkan mu ya? 

bukan
bukan begitu, baiklah
sekarang aku ingin mencoba memahami ucapan mu

jadi, bisakan kamu jelaskan sekali lagi? 

aku menyukai mu

ini aku sedang tidak salah dengar kan? 

tidak, 
tidak sama sekali

aku menyukai mu

sejak kapan? 

sejak kedua pasang mata kita bertatapan
sejak suara mu, mulai terdengar di telingaku
sejak lengkungan bibir mu terbentuk ketika di sampingku

aku menyukaimu sejak lama
lama sekali, sampai
aku lupa kapan perasaan ini muncul

bagaimana bisa kamu memendam nya selama ini? 

tentu saja bisa, karena waktu itu aku belum siap kehilangan mu

kehilangan ku? aku pindah negara gitu? 

bukan begitu maksud ku, bodoh
aku takut kamu akan mengakhiri pertemanan ini

aku takut, kamu jadi membenci ku karena 
aku membawa perasaan ku kedalam pertemanan kita

aku takut... 

sekarang kamu boleh memilih, 
kamu ingin menerima kehadiran perasaan ku
atau
kita sudahi pertemanan ini? 

loh, kenapa harus ada pilihan menyudahi? 
mana tau, aku bisa menyukai mu juga

tapi, 
yang ku butuhkan jawaban mu sekarang
bukan
bukan tentang bagaimana nantinya 

aku tau, aku paham
tapi kan tidak semua jawaban harus diputuskan secepat itu

aku takut, jika ku bilang 
aku menerima perasaan mu, maka nanti aku harus siap kehilangan mu

sebenarnya, 
aku juga ingin kamu menjadi milikku 
tapi, 
jika nanti kita berakhir, maka pertemanan ini juga ikut berakhir 

dan aku
aku akan kehilangan mu
aku tidak mau

aku tidak mau kehilangan perempuan sebaik mu
perempuan yang bisa menyimpan rahasia ku
perempuan yang siap menemani ku hingga larut malam
perempuan yang selalu menjadi alasan ku tertawa

seharusnya kamu paham, 
aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu 
bukan karena aku ingin, 
tapi karena aku takut, 
kalau nanti jawaban ku justru membuat mu menghilang


itu hanya ketakutan mu saja, dan itu semua belum terjadi

lebih baik kamu menerima kesempatan kali ini, sebelum waktu akan membawa mu bertemu pada kehilangan yang sesungguhnya.

aku menyukai mu. 






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

laut, dan pertanyaan itu

from strangers to friend, friend into lover, n strangers again

tentang ingatan yang kemarin